Barang Impor vs. Konsumen

ilustrasi-ekonomi-indonesia

Apakah import yang terjadi di Indonesia mampu memnjamin kualitas pelayanannya bagi konsumen yang ada di Indonesia? Ataukah hanya kapitalisme saja?


Kejutan ekonomi yang dialami Indonesia pada pertengahan tahun 2013 yaitu keputusan pemerintah untuk meningkatkan harga BBM bersubsidi memberikan efek domino sehingga terjadinya inflasi dalam negeri sebesar 8,3% di akhir Oktober 2013. Di samping itu, relatif kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia (di tengah relatif lesunya perekonomian dunia) telah membuat pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibanding dengan ekspor. Hal ini berakitbat defisitnya transaksi perdagangan.

Hal tersebut diperparah dengan peningkatan suku bunga yang dilakukan oleh BI. Hal tersebut bagaikan pisau bermata dua. Sehingga sebagian investor menarik modalnya ke luar negeri yang mengakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah. Menurut Komite Ekonomi Nasional (KEN) pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,7% jauh dari target yaitu sebesar 6,3%.

Setelah mampu tumbuh 6,5% di tahun 2011, ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 6,2% di tahun 2012. Di tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat. Pada triwulan I 2013, PDB Indonesia tumbuh 6,1 persen, lalu menurun menjadi 5,8 persen ditriwulan II. Pada triwulan III, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali melambat menjadi 5,6 persen. Apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka kondisi perekonomian Indonesia dapat terperosok tajam.

Untuk itu perlu sekali peranan berbagai pihak untuk menekan angka impor Indonesia. Hal-hal yang dapat menekan impor Indonesia menurut saya pribadi adalah dengan:

  1. Mempromosikan “Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri”
  2. Memperketat kebijakan impor
  3. Memperketat perlindungan konsumen atas barang impor
  4. Mengundang induk produsen barang impor untuk membangun basis salah satu produknya di Indonesia
  5. Menggalakkan produk dalam negeri

Beberapa hal telah dilakukan Pemerintah Indonesia semenjak dulu untuk mengurangi barang impor yang beredar di Indonesia. Namun sampai sekarang ini masih kurang jeli salah satunya dalam melindungi konsumen barang impor tersebut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:

  1. Kualitas barang, dikarenakan banyak sekali barang yang beredar berkualitas buruk bahkan berbahaya jika digunakan dan/atau dikonsumsi. Barang tidak layak tersebut banyak sekali beredar di pasar, sungguh sangat disayangkan. Apakah hanya dengan “pelicin” saja pemerintah dapat membuka pintu perdagangan barang tak layak tersebut?? Apa bedanya dengan mengimpor sampah dari luar negeri yang biayanya harus ditanggung rakyat??
  2. Layanan purna jual, dikarenakan barang yang beredar masih banyak yang tidak dijamin layanan purna jualnya oleh produsen. Dikarenakan pihak perantaranya yang tidak mau bertanggung jawab.

Konsumen adalah raja dimana tanpa adanya konsumen produsen tidak akan hidup. Untuk itu, akan sangat kecewanya konsumen bila harus merasa tertipu dengan produk yang beredar selama ini. Apalagi bila ditambah dampak negatif terhadap kesehatan konsumen. Apakah konsumen hanya dijadikan budak atau boneka bagi para produsen asing maupun importir-importir yang mengeruk keuntungan dari kerugian konsumen? Sungguh tragis bila hal ini terus dibiarkan, karena akan sama seperti Indonesia yang dijajah dahulu kala.

Selain konsumen yang dirugikan, produsen-produsen lokal yang berkecimpung di dunia Usaha Mikro dan Kecil pun akan merasakan imbasnya. Barang berkualitas buruk dan berharga murah dengan janji-janji yang menipu tersebut dapat membuatnya menggulung tikar yang membuat Indonesia menjadi negara Import Addict dan pengangguran pun terus meningkat.

Iklan
This entry was published on 11 April 2014 at 23:46. It’s filed under Ekonomi, Opini, Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Please leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: